Prodi Manajemen UBSI Review Kurikulum, Siapkan Lulusan Hadapi Dunia Kerja
- account_circle Siti Rohmawati
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan Review Kurikulum Prodi Manajemen UBSI di kampus Kramat 98, Jakarta, Rabu (21/10).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikaranghitz.com, Jakarta – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Review Kurikulum, Rabu (21/10). Kegiatan berlangsung di kampus UBSI Kramat 98, Jakarta.
Review ini memastikan materi kuliah mahasiswa relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Prodi Manajemen mengevaluasi kurikulum agar sejalan dengan perkembangan keilmuan, teknologi, dan dunia kerja. Dosen Unit Pengembangan Akademik dan jajaran program studi ikut dalam kegiatan tersebut.
Dr. Dien Mardhiyah dari Departemen Manajemen FEB Universitas Airlangga (UNAIR) hadir sebagai narasumber. Ia membagikan perspektif akademik dan praktik baik pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Ketua Prodi Manajemen UBSI, Dr. Eka Dyah Setyaningshih, turut hadir.
Kurikulum Bukan Sekadar Susunan Mata Kuliah
Dr. Dien menjelaskan, kurikulum tidak hanya berisi daftar mata kuliah. Kurikulum juga memuat tujuan pembelajaran, bahan kajian, strategi pembelajaran, asesmen, dan evaluasi yang saling terhubung demi menjamin capaian kompetensi lulusan.
“Karena itu evaluasi kurikulum perlu dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan berbagai masukan, mulai dari pengguna lulusan, alumni, hasil tracer study, perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan pendidikan tinggi, hingga perubahan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri,” ujar Dr. Dien, Jumat (23/10).
Pembahasan juga menyoroti penyelarasan profil lulusan dengan Program Learning Outcomes (PLO) atau Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Penyusunan CPL mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Standar Nasional Pendidikan Tinggi, visi dan misi institusi, serta masukan pemangku kepentingan.
Keterhubungan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, dan mata kuliah menjadi perhatian penting. Dengan pemetaan yang jelas, setiap mata kuliah diharapkan berkontribusi terukur terhadap kompetensi mahasiswa.
Pembelajaran Berbasis Kasus dan Proyek Jadi Perhatian
Dr. Eka menjelaskan, review juga membahas metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Pendekatan yang jadi perhatian adalah case-based learning, project-based learning, dan role play.
“Melalui pembelajaran berbasis kasus, mahasiswa dapat berlatih menganalisis persoalan bisnis dan menyusun alternatif penyelesaian. Sementara itu, pembelajaran berbasis proyek mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan perencanaan hingga menghasilkan karya. Adapun role play dapat digunakan untuk melatih komunikasi, negosiasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Dr. Eka.
Metode itu perlu asesmen yang selaras dengan CPL dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Bentuk penilaiannya bisa berupa ujian, esai, laporan, presentasi, atau proyek, tergantung kompetensi target.
Dr. Eka juga menyoroti kelengkapan dokumen redesain kurikulum. Dokumen itu mencakup evaluasi kurikulum sebelumnya, hasil tracer study, analisis kebutuhan pemangku kepentingan, landasan akademik, profil lulusan, CPL, dan bahan kajian. Selain itu, ada struktur dan deskripsi mata kuliah, strategi pembelajaran, asesmen, serta mekanisme evaluasi.
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) juga harus memperlihatkan keterkaitan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK. RPS memuat metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, indikator pencapaian, kriteria penilaian, bobot nilai, dan referensi pendukung.
Hasil Review Jadi Dasar Penyempurnaan Kurikulum
Sesi diskusi interaktif memberi ruang bagi dosen dan peserta untuk bertanya dan memberi masukan kepada narasumber. Topiknya meliputi penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri, pemetaan CPL terhadap mata kuliah, dan penerapan pembelajaran berbasis kasus serta proyek. Peserta juga membahas evaluasi mutu kurikulum secara berkelanjutan.
Prodi Manajemen UBSI akan menjadikan masukan itu bahan penyempurnaan kurikulum. Tindak lanjut yang direncanakan mencakup evaluasi struktur kurikulum, pemetaan CPL, peninjauan bahan kajian, dan penyempurnaan RPS. Prodi juga akan memperkuat metode pembelajaran dan sistem asesmen.
Lewat kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmen menjaga mutu akademik. Caranya melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan penguatan keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan profesional.
Upaya itu diharapkan melahirkan lulusan yang memahami konsep manajemen, mampu menerapkan pengetahuan, dan beradaptasi dengan perubahan. Lulusan juga diharapkan menjunjung integritas dan siap menghadapi tantangan dunia bisnis.
- Penulis: Siti Rohmawati
