Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air, Mahasiswa UBSI Cikarang Kenalkan Sejarah Kemerdekaan Indonesia di Panti Asuhan
- account_circle Nayla Bilqis Putriya Rajchika
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikaranghitz.com, Bekasi – Mahasiswa program studi Manajemen, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang, menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Asrama Yatim Rumah Harapan Graha Asri, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (23/5). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak-anak melalui edukasi sejarah kemerdekaan Indonesia, kepedulian terhadap lingkungan, serta melatih kreativitas anak.
Sebanyak 7 anak dari Asrama Yatim Rumah Harapan Graha Asri mengikuti kegiatan bertema “Menumbuhkan Cinta Tanah Air: Peduli Lingkungan, Hidupkan Semangat Kemerdekaan” dengan penuh antusias.
Acara diawali dengan pembukaan dari perwakilan mahasiswa, Raditya Kevin Andiansyah, selaku ketua pelaksana yang menekankan pentingnya sejarah dalam menanamkan semangat nasionalisme.
“Sejarah itu menurut kita bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air. Jadi, dari sejarah itu, kita bisa mengetahui perjuangan pahlawan, sehingga kita bisa menghargai jasa-jasa mereka dan bangga jadi rakyat Indonesia,” ujarnya saat pembukaan kegiatan, Sabtu (23/5).
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh para mahasiswa. Materi yang dibahas mencakup kondisi Indonesia sebelum kemerdekaan, perjuangan para pahlawan, hingga sejarah lahirnya simbol-simbol negara.
Untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, mahasiswa juga menyisipkan kuis di sela-sela pemaparan materi guna mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Selain mendapatkan edukasi sejarah, peserta juga diajak membuatan tempat alat tulis dari botol bekas sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kreativitas anak-anak sekaligus mengenalkan pentingnya memanfaatkan barang bekas.
Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa juga mendorong peserta untuk lebih menghargai dan mencintai hasil karya buatan sendiri. Kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih bersama di area sekitar asrama. Mahasiswa dan peserta bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk penerapan gotong royong dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nilai-nilai nasionalisme dapat tumbuh sejak dini pada diri para peserta, serta dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan kreativitas sebagai bentuk rasa cinta kepada tanah air.
- Penulis: Nayla Bilqis Putriya Rajchika
