Beasiswa LPDP Jakarta Dibuka Mulai 2027, Target 50-75 Penerima
- account_circle Nayla Bilqis Putriya Rajchika
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber Gambar: Kompas.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikaranghitz.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa akan menjalankan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta, dengan kuota penerima sebanyak 50 sampai 75 orang pada tahun 2027 mendatang.
“Bahkan untuk tahun depan, bekerja sama dengan LPDP, Jakarta akan punya LPDP yang dikelola sepenuhnya oleh Jakarta. Kurang lebih nanti siswanya antara 50 sampai dengan 75, yang akan diberi kesempatan untuk sekolah di luar,” kata Pramono dikutip dari detik.com, Minggu (28/6).
Pemprov Jakarta Akan Memprioritaskan LPDP
Pramono menjelaskan penyediaan beasiswa termasuk ke dalam aspek pendidikan yang merupakan prioritas Pemprov DKI Jakarta, sama halnya dengan penyediaan beasiswa lain seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Sampai hari ini, program untuk KJP, Kartu Jakarta Pintar, dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), baik tahun lalu, tahun ini, maupun tahun depan jumlahnya kurang lebih sama. Karena saya tidak mau yang namanya KJP itu dikurangi,” jelasnya.
Berkurangnya Kuota Beasiswa LPDP Jakarta
Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengirim 100 orang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan skema beasiswa LPDP Jakarta. Dari angka 100 orang itu nantinya akan dialokasikan khusus untuk menerima anak-anak Betawi atau anak asli Jakarta.
Meski begitu, penyebab penurunan kuota menjadi hanya 50 hingga 75 peserta masih belum dipaparkan secara mendetail. Jadwal seleksi maupun persyaratan untuk program LPDP Jakarta ini juga belum diumumkan resmi. Walau demikian, pihak Pemprov DKI Jakarta menegaskan kembali komitmennya bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama mereka.
Pramono juga telah menjelaskan bagaimana sistem pemilihan penerima beasiswa. Pemprov Jakarta akan menentukan siapa saja yang berhak menerima. Kemudian, Pramono juga akan mengurus perihal kampus maupun jurusan yang bisa dipilih. Ia berharap skema beasiswa ini dapat segera terealisasi.
Akan tetapi, Pramono mengatakan bahwa pelaksanaan program ini tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, menurut Pramono kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar program beasiswa ke luar negeri tersebut dapat berjalan optimal.
- Penulis: Nayla Bilqis Putriya Rajchika
