Mahasiswa UBSI Tanamkan Nilai Toleransi dan Kepedulian Sosial Bersama Remaja Masjid SMP 3 Cikarang Utara
- account_circle Nayla Bilqis Putriya Rajchika
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber Gambar: Pelaksana kegiatan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikaranghitz.com, Bekasi – Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menggelar kegiatan seminar bersama anggota Remaja Masjid SMP 3 Cikarang Utara Jl. Ki Hajar Dewantara No.52, Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/6)
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman akan pentingnya toleransi dalam keberagaman menurut islam dan bagaimana cara membangun empati sesuai teladan Rasulullah SAW, sekaligus menjadi bagian dari tugas project Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman siswa tentang toleransi, empati, dan kepedulian sosial. Sebanyak 25 anggota Remaja Masjid SMPN 3 Cikarang Utara mengikuti kegiatan dengan pendekatan partisipatif yang mendorong mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat.
Melalui tema “Indahnya Toleransi, Empati, dan Kepedulian Sosial dalam Islam”, mahasiswa berupaya menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini guna memperkuat kepekaan sosial remaja dalam menghadapi tantangan pergaulan di era digital.
Ketua pelaksana, Ikhtiar Sapto Pamungkas, menjelaskan bahwa tujuan pemilihan tema tersebut adalah untuk menyentuh aspek perasaan atau empati serta mendorong aksi kepedulian nyata, sehingga agama tidak hanya dipahami sebagai ritual, tetapi juga tercermin dalam perilaku sosial.
“Tema ini dipilih karena menggabungkan tiga pilar sosial yang saling berkesinambungan dan tidak bisa dipisahkan yaitu toleransi, empati dan kepedulian sosial sehingga dapat membangun karakter anak-anak yang saleh secara spiritual sekaligus saleh secara sosial” jelasnya kepada Cikaranghitz.com, Sabtu (20/6)
Ia juga mengatakan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, media sosial kerap memicu polarisasi di tengah masyarakat, sementara tekanan ekonomi dan berbagai persoalan mental membuat banyak orang menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, nilai-nilai kepedulian, empati, dan saling membantu dalam Islam menjadi semakin penting untuk menjaga keharmonisan sosial.
Dalam sesi materi, mahasiswa mengajak peserta memahami bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Mereka juga memberikan contoh tindakan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, seperti menghargai teman yang berbeda keyakinan, membantu teman yang membutuhkan, dan menjenguk teman yang sedang sakit.
Selain itu, mahasiswa membahas tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti fanatisme berlebihan dan sikap individualis, serta mendorong siswa memperkuat toleransi dan kepedulian sosial berdasarkan ajaran Al-Qur’an dan sunnah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Argan, salah satu peserta, mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya toleransi dan empati dalam kehidupan sehari-hari.
“Seneng banget kumpul sama teman-teman di acara ini, aku juga dapat ilmu bermanfaat kayak harus ditingkatin sikap toleransinya. Harapan aku, semoga ilmu-ilmu yang tadi, bisa saya terapkan dan banyak bermanfaat buat saya nantinya,” ucapnya.
Sebagai penutup, mahasiswa mengajak para peserta untuk bermain games dan membagikan sejumlah hadiah sebagai apresiasi terhadap siswa yang berpartisipasi. Suasana hangat dan penuh antusias pun menutup rangkaian acara pada hari itu.
- Penulis: Nayla Bilqis Putriya Rajchika
