Rangkaian Peringatan Waisak di Candi Borobudur Belangsung dengan Khidmat
- account_circle Keisya Aurellia Maharani
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber : Kompas.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikaranghitz.com, Magelang – Perayaan ibadah Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diselenggarakan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (31/5). Rangkaian peringatan Waisak tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan spiritual dan tradisi yang berlangsung sejak awal Mei hingga puncak perayaan.

Sumber : Kompas.id
Rangkaian perayaan diawali dengan perjalanan para biksu yang dikenal sebagai Indonesia Walk for Peace (IWFP). Para biksu tiba di kawasan Candi Borobudur pada Kamis (28/5) dan prosesi penyambutan berlangsung pada Sabtu (30/5). Perjalanan tersebut dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali pada Sabtu (9/5), dengan jarak tempuh sekitar 666 kilometer menuju Borobudur. Perjalanan ini berlangsung selama kurang lebih 20 hari, dengan mengangkut makna kesederhanaan hidup. Hal ini terlihat dari para biksu yang hanya membawa perlengkapan seperlunya selama perjalanan.
Pada hari puncak perayaan, rangkaian upacara Tri Suci Waisak dimulai dengan ritual San Bu Yi Bai, dilanjutkan Kirab Parade Budaya menuju Candi Borobudur. Umat Buddha kemudian mengikuti doa dan meditasi detik-detik Waisak 2026 yang menjadi momen sakral puncak peringatan, disusul doa bersama dan pradaksina di kawasan candi. Perayaan ini turut menghadirkan Pelepasan Lentera Perdamaian yang digelar dalam dua sesi, serta seremonial Dharmasanti Waisak 2570 BE menjelang pelepasan lentera perdamaian sesi II.

Sumber : Kompas.id
Penerbangan lentera perdamaian tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang menarik wisatawan untuk hadir di Borobudur. Tradisi ini menjadi simbol harapan perdamaian sekaligus bagian yang paling dinantikan dalam perayaan Waisak.
Tidak hanya berakhir disitu, pengunjung juga dapat mengikuti rangkaian Maha Kuthagara Pradaksina menjelang matahari terbit pada Senin (1/6). Dalam kegiatan Sunrise Pradaksina tersebut, peserta diajak mengelilingi Candi Borobudur dengan berjalan kaki searah jarum jam saat matahari terbit, kemudian dilanjutkan meditasi, singing bowl, dan chanting bersama sebagai sarana mencapai ketenangan dan kedamaian.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak hanya menjadi momentum perayaan hari besar umat Buddha, tetapi juga menjadi ruang refleksi yang membawa pesan perdamaian dan keharmonisan bagi masyarakat.
- Penulis: Keisya Aurellia Maharani
