Indonesia Raih Perak Usai Duel Sengit Melawan Irak di Asian Para Games 2026
- account_circle Nisah
- calendar_month -1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim para angkat berat Indonesia meraih medali perak di Asian Para Games 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikaranghitz.com, Jakarta – Tim para angkat berat Indonesia berhasil meraih medali perak pada nomor beregu campuran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Hasil tersebut diperoleh setelah Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi menjalani persaingan ketat melawan Irak di Nagoya City Trade & Industry Center, Jepang, Sabtu (24/10). Meski belum berhasil membawa pulang emas, perjuangan ketiganya berhasil menambah koleksi medali bagi Indonesia.
Perjalanan Indonesia menuju final tidak berjalan mudah. Tim Merah Putih terlebih dahulu menempati posisi keempat pada babak kualifikasi sebelum melanjutkan persaingan ke babak head-to-head. Di tahap ini, Indonesia berhasil mengatasi perlawanan China setelah atlet lawan, Yi Zou, gagal menyelesaikan angkatannya.
Kemenangan atas China membuka jalan bagi Indonesia untuk menghadapi Irak pada partai final. Pertandingan perebutan emas berlangsung ketat karena kedua tim berusaha mengamankan posisi teratas hingga percobaan terakhir.
Indonesia mengandalkan kemampuan Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi untuk mengumpulkan poin. Ni Nengah mencatatkan angkatan terbaik seberat 95 kilogram, sedangkan Hilman berhasil mengangkat 165 kilogram dan Abdul Hadi membukukan angkatan 146,40 kilogram.
Persaingan semakin menegangkan ketika Irak mendapat kesempatan melalui atlet terakhirnya, Mustafa Radhi. Ia berhasil mengangkat beban seberat 207 kilogram dan membawa Irak mengakhiri pertandingan dengan skor 378,99. Sementara itu, Indonesia mencatatkan skor 377,21 sehingga harus puas dengan medali perak. Selisih 1,78 poin membuat persaingan kedua tim berlangsung sangat ketat hingga akhir.
Koordinator pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi penampilan para atlet yang mampu menembus babak final. Pencapaian tersebut dinilai melampaui perkiraan awal, terlebih para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di tengah persaingan yang ketat.
Bagi Indonesia, medali perak ini melengkapi raihan para atlet di cabang para angkat berat. Sebelumnya, Ni Nengah Widiasih menyumbangkan medali perunggu dari kelas 41 kilogram putri, sedangkan Hilman meraih perunggu pada kelas 54 kilogram putra. Indonesia juga memperoleh medali perak dari nomor beregu putri.
Dengan hasil tersebut, Indonesia mengakhiri persaingan di cabang para angkat berat dengan dua medali perak dan tujuh perunggu. Raihan ini menjadi bagian penting dari kontribusi para atlet dalam memperkuat perolehan medali kontingen Merah Putih di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Secara keseluruhan, Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan perolehan 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Total 73 medali tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan klasemen akhir, tepat di bawah Thailand yang berada di posisi ketujuh dengan 18 emas, 40 perak, dan 65 perunggu.
Indonesia dan Thailand menjadi dua negara Asia Tenggara yang menempati posisi tertinggi dalam klasemen akhir Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen Merah Putih menutup ajang ini dengan 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu, sekaligus menempati peringkat kedelapan dengan total 73 medali.
Di balik capaian tersebut, perjuangan para atlet patut mendapat apresiasi. Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berprestasi dan bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia. Meski hanya terpaut 1,78 poin dari Irak, ketiganya tetap berhasil membawa pulang medali perak melalui kerja keras, ketangguhan, dan dedikasi yang layak dibanggakan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa perjuangan mereka memiliki arti besar bagi olahraga Indonesia.
- Penulis: Nisah
