Trending
light_mode
Beranda » Pendidikan » Menkes Usulkan Pengurangan Kuota Fakultas Kedokteran yang Banyak Menghasilkan Lulusan Gagal Uji Kompetensi

Menkes Usulkan Pengurangan Kuota Fakultas Kedokteran yang Banyak Menghasilkan Lulusan Gagal Uji Kompetensi

  • account_circle Nayla Bilqis Putriya Rajchika
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cikaranghitz.com, Jakarta – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengusulkan pembatasan kuota fakultas kedokteran (FK) yang memiliki jumlah lulusan gagal uji kompetensi terbanyak. Usulan tersebut disampaikan pada saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Menurutnya, kampus dengan tingkat kelulusan uji kompetensi rendah perlu mendapat pembatasan kuota mahasiswa sehingga kualitas pendidikannya diperbaiki.

“Kalau banyak meluluskan sarjana kedokteran tetapi tidak lulus uji kompetensi, artinya kualitas pendidikannya harus dievaluasi. Kuotanya bisa dikurangi sampai mereka benar-benar memperbaiki mutu pendidikan,” kata Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Ia mengatakan pihaknya tidak berwenang mengintervensi pelaksanaan uji kompetensi profesi kedokteran. Namun demikian, Kementerian Kesehatan telah mendapatkan banyak aduan dari berbagai pihak mengenai usulan untuk menyelesaikan persoalan tingginya angka retaker dalam ekosistem calon dokter di Indonesia. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat ribuan lulusan kedokteran yang belum berhasil lulus uji kompetensi nasional. Sebanyak 63% retaker tercatat masih mengikuti ujian kurang dari tiga kali.

Sementara itu, sekitar 37% atau hampir 1.000 peserta telah mengikuti ujian sedikitnya tiga kali tetapi belum berhasil lulus. Bahkan, ada sekitar 297 peserta yang terancam kehilangan kesempatan memperoleh kelulusan apabila kembali gagal pada ujian berikutnya.

Menurut Budi, data retaker seharusnya tidak hanya dipandang sebagai persoalan individu peserta, melainkan menjadi bahan evaluasi bagi institusi pendidikan kedokteran. Ia menilai kampus perlu bertanggung jawab memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang memadai sebelum mengikuti uji kompetensi. 

“Ini bisa dibuka fakultas kedokteran mana yang paling banyak menghasilkan retaker. Harus dijadikan feedback untuk memperbaiki kualitas pendidikan mereka,” ujarnya, dilansir dari health.detik.com, Senin (8/6).

Selain itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan memaparkan jumlah retaker hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 1.384 orang. Angka itu setara sekitar 1 persen dari total 130.655 peserta yang mengikuti uji kompetensi sejak 2014.

Namun, Fauzan membantah anggapan bahwa ribuan calon dokter terancam drop out atau DO akibat tidak lulus uji kompetensi. 

“Jadi statement calon dokter yang terancam DO itu bukan ribuan, tapi 376,” kata Fauzan. 

Menurut Fauzan, dari total 1.384 retaker, sebanyak 1.008 orang masih memiliki kesempatan mengikuti ujian kompetensi hingga batas maksimal masa studi. Sementara 376 orang telah habis masa studi sehingga tidak dapat lagi mengikuti ujian kompetensi.

Fauzan menjelaskan, setiap mahasiswa profesi dokter memperoleh kesempatan mengikuti uji kompetensi hingga 12 kali. Ujian tersebut diselenggarakan empat kali dalam setahun dengan batas waktu maksimal tiga tahun setelah menyelesaikan program profesi dokter.

Selain itu, Budi juga mengusulkan agar peserta yang gagal tidak perlu mengulang seluruh materi ujian, melainkan cukup mengulang kompetensi yang belum memenuhi standar.

“Kalau dari 10 kompetensi yang lulus delapan dan yang tidak lulus dua, bisa tidak yang diulang hanya dua itu saja. Jadi lebih efisien,” katanya.

Di sisi lain, Budi menyarankan untuk mengurangi beban biaya peserta retaker selama masa tunggu ujian berikutnya. Budi mengatakan bahwa para peserta yang hanya tinggal menyelesaikan uji kompetensi tidak perlu lagi membayar biaya pendidikan kepada kampus, sebagaimana yang saat ini berlaku.

Menurutnya, selama ini peserta retaker masih harus membayar 30 hingga 50 persen biaya pendidikan serta biaya bimbingan belajar untuk mengikuti ujian ulang. 

Budi menegaskan persoalan ini harus segera dicarikan jalan keluar, karena hal ini dapat menghambat target pemenuhan produksi dokter di Indonesia. Berdasarkan proyeksi kebutuhan tenaga medis nasional, Indonesia masih kekurangan sekitar 93.200 dokter umum.

“kita sangat membutuhkan dokter-dokter,” ujarnya.

 

  • Penulis: Nayla Bilqis Putriya Rajchika

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UBSI Edukasi Nilai-Nilai Keislaman kepada Santri TPQ An-Nadhiyah, Cikarang Selatan

    Mahasiswa UBSI Edukasi Nilai-Nilai Keislaman kepada Santri TPQ An-Nadhiyah, Cikarang Selatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Nayla Bilqis Putriya Rajchika
    • 0Komentar

    Cikaranghitz.com, Bekasi – Sejumlah mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang, sukses menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di TPQ An-Nadhiyah, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (19/5). Kegiatan ini bertujuan menanamkan dan meningkatkan pemahaman nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengusung tema edukasi nilai-nilai keislaman, mahasiswa mengajak para santri memahami pentingnya akhlak, […]

  • 13 Cafe Terbaik di Cikarang Buat Nongkrong

    13 Cafe Terbaik di Cikarang Buat Nongkrong

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Febrian Widjaya
    • 0Komentar

    Cikaranghitz.com – Cikarang, sebuah daerah yang telah dikenal luas oleh warga nya sebagai daerah yang rame dan asik untuk melakukan berbagai aktivitas. Saat ini, Cikarang bukan hanya dikunjungi warga setempat nya saja tetapi juga banyak dikunjungi warga pendatang nya sebagai tempat nongkrong. Ada banyak cafe terbaik di Cikarang yang bisa digunakan buat nongkrong berbagai kalangan. […]

  • BSI Explore 2026 Akan Segera Dilaksanakan, Libatkan Mahasiswa dalam Program Pengabdian ke Desa-Desa

    BSI Explore 2026 Akan Segera Dilaksanakan, Libatkan Mahasiswa dalam Program Pengabdian ke Desa-Desa

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Nayla Bilqis Putriya Rajchika
    • 0Komentar

    Cikaranghitz.com, Jakarta – Keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui kegiatan di lapangan, mahasiswa dapat mengasah kemampuan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali akan menyelenggarakan BSI Explore 2026, program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang melibatkan mahasiswa terpilih […]

  • Jafar/Felisha Amankan Tiket 16 Besar Indonesia Open 2026, Rehan/Gloria Tersingkir di 32 Besar

    Jafar/Felisha Amankan Tiket 16 Besar Indonesia Open 2026, Rehan/Gloria Tersingkir di 32 Besar

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Nisah
    • 0Komentar

    Cikaranghitz.com, Jakarta – Hasil berbeda diraih dua wakil Indonesia di sektor ganda campuran pada babak 32 besar Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Rabu (3/6). Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berhasil melaju ke babak 16 besar, sementara Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakhiri langkah mereka di babak pertama. Jafar/Felisha memastikan […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Entrepreneur Fair UBSI Cikarang 2026

    Entrepreneur Fair UBSI Cikarang 2026 Tunjukkan Jiwa Wirausaha dan Kreativitas Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Keisya Aurellia Maharani
    • 0Komentar

    Cikaranghitz.com, Bekasi – Beragam produk hasil kreativitas mahasiswa meramaikan pergelaran Entrepreneur Fair UBSI Cikarang 2026 pada Rabu (17/6) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini digelar di halaman UBSI Cikarang dan menjadi sarana bagi mahasiswa UBSI Cikarang untuk menerapkan ilmu entrepreneur melalui dunia bisnis nyata. Kegiatan yang mengusung tema “Jadi Pengusaha Sebelum Wisuda” ini merupakan proyek dari […]

expand_less